Cerpen: Nasi Bakar

Cerita Pendek Nasi Bakar

Suatu malam yang dingin, seperti biasa, Nisa berburu nyamuk dengan sapu lidinya sebagai senjata. Tak lama berselang, Ubay, suaminya tercinta, baru saja pulang dari bekerja. Seperti biasa juga, Ubay pulang membawa makanan untuk sang istri tercinta.

"Assalamu'alaikum," ucap salam Ubay, sembari memberikan bungkusan dalam genggamannya.

"Wa'alaikumsalam. Apa ini Mas?" tanya Nisa.

"Oh, itu nasi bakar," jawab Ubay.

Nisa lalu menaruh bungkusan itu di atas meja. Kemudian kembali ke kamar, dan mengambil sapu lidi melanjutkan kegiatannya berburu nyamuk.

Sembari mengganti pakaiannya, Ubay bertanya, "Kok nggak bakar?"

"Oh, bentar, Mas," sahut Nisa.

Nisa pun pergi ke dapur dan mulai membakar kedua nasi yang dibawa suaminya tadi.

8 menit berlalu, nasi pun telah terhidang di atas piring, dengan aroma kemangi yang menggugah selera, Nisa pun membawa dan memberikannya kepada sang suami.

"Lho, kamu bakar nasi? tanya Ubay, heran.

"Lah, iya, kan Mas bilang tadi," ujar Nisa.

Ubay pun tertawa, terbahak, "Maksud Mas, bakar obat nyamuk, sayaang," sambungnya.

Nisa terdiam sejenak dan seakan tersadar, lalu ikut tertawa.

"Yaudah, sini. Kita makan bareng, bakar obat nyamuknya nanti aja," kata Ubay dengan tertawa kecil.

advertise
advertise
advertise
advertise